Pendidikan Kesetaraan admin  

Program Joint Course Tata Boga Angkatan 2 Selesai dilaksanakan

Alhamdulillah, MoU antara Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) dan Taipei University of Marine Technology (TUMT) dengan salah satu Program nya yang telah tuangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA) dapat di Implementasikan melalui Program “Joint Course Tata Boga” pada angkatan 2 ini telah usai di laksanakan dengan baik

Program yang dibuka secara Daring oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang Wu Uwoh Luong  atau yang lebih dikenal dengan Dr. Ahmad Amarullah M.Pd dengan President Taipei University of Marine Technology Dr. Chin Yen Lin, Ph.D pada hari Minggu 18 Oktober 2020 usai sudah dilakukan

Mr, Chin Yen Lin selaku President Taipei University of Marine Technology, berkenan menandatangani MoA Kelas Tata Boga yang dilakukan secara Online dan Parsial
Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang Mr. Wu Uwoh Luong (Nama Mandarin)
atau Bp. Dr. H. Ahmad Amarullah, M.Pd menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) Joint Course Kursus Tata Boga
Penandatanganan MoA di laksanakan pada hari Minggu 18 Oktober 2020 tepat 1 Tahun Kunjungan Rektor UMT ke Taipei University of Marine Technology pada Tahun 2020, hal ini menunjukan bahwa UMT Serius menjalin kerjasama dan membuktikan dalam Implementasi
Tampak Rektor UMT, Ahmad Amarullah dan Wakil Rektor I, Desri Arwen menunjukan kepada mitra kerjasama yaitu TUMT bahwa MoA telah di tandatangani dan siap dilaksanakan pembelajarannya
Persahabatan tak kenal batas, walau melalui Onine Mr. Lin dan Mr Wu Uwoh Luong sangat akrab dan hangat dalam persahabatan dengan terjalinnya MoA ini
24 Oktober 2019 Kedua pimpinan Perguruan Tinggi ternama di Negara nya, Universitas Muhammadiyah Tangerang dan Taipei University of Marine Technology telah menandatangani MoU dan 18 Oktober 2020 meng Implementasikan dalam bentuk nyata Joint Course

Program Joint Course Kelas Tata Boga ini dilaksanakan setiap 1 bulan sekali dipandu oleh Mr. Chiang Chih Chiang, mulai tanggal 18 Oktober 2020, 15 November 2020, 20  Desember dan berakhir pada tanggal 17 Januari 2021, pelaksanaan nya selalu dilakukan di hari minggu,  mengingat PMI hanya bisa libur 1 bulan sekali, sebanyak 20 peserta didik di Level 1 dan 20 peserta didik di level 2 telah tuntas menyelesaikan pembelajaran.


Peserta Kursus berkenan foto bersama dengan Presideng TUMT saat se;epas pembukaan Joint Course Tata Biga di Kampus TUMT – Shilin Taiwan (R.O.C)
Suasana hangat dan ceria tercermin pada saat pembukaan peserta kursus di Auditorium TUMT sementara Rektor UMT di Aula Ahmad Dahlan, Kampus UMT

Kursus ini diperuntukan bagi Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing yang berdomisili di Taiwan, rata rata mereka adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang menjalankan tugasnya sebagai Pahlawan Devisa di Bumi Formosa (Taiwan), diantara peserta kursus ada WNI yang sudah menjadi WN Taiwan

Foto kegiatan dapat di lihat disini

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.1475140972685346&type=

UMT dan TUMT dengan dibantu oleh pelaksanaa di lapangan Community Learning Center Bhakti Jaya Indonesia (CLC BJI), sepakat menyelenggarakan kursus ini selain sebagai bentuk Pengabdian Masyarakat dan juga sebagai bagian Implementasi Kampus Merdeka Merdeka Belajar. UMT ikut andil mencerdaskan anak bangsa, membekali PMI di Taiwan untuk mempersiapkan diri sebelum kembali ke Tanah Air dengan membekali mereka dengan Pendidikan berbasis Vokasional, berdasarkan pengalaman CLC BJI yang sudah beroperasional sejak Tahun 2013 belum ada Universitas dari Indonesia yang bekerjasama dengan Universitas di Taiwan dan menyelenggarakan kursus bagi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Joint Course ini juga sebagai pemantik berdirinya UMT Indonesia di Taiwan, untuk diketahui saat ini UMT sedang mengajukan perijinan berdirinya salah satu Prodi untuk dapat melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Taiwan, semoga dalam waktu dekat proses perijinan dapat diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia

Bagi kalangan Pekerja Migran Indonesia di Taiwan, mereka sangat memahami jika kursus ini berbayar, tidak menjadi masalah bagi mereka asalkan pembelajaran yang dilakukan benar benar berkualitas dan menjadikan mereka kompeten dalam bidang nya, hal ini juga peluang bagi UMT baik dari sisi peluang usaha maupun peluang pendapatan diluar SPP Mahasiswa dan tentunya ada hal lain yang akan dikerjakan diluar kegiatan ini

Atas persetujuan Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, sedang dirancang pada akhir sesi kursus ini akan diberikan Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dimana Assesornya adalah Dosen UMT yang di nyatakan kompeten dalam bidang nya

Kelebihan lain dari Joint Course ini adalah dari Sertifikat yang di dapat, sesuai kesepakatan yang dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA)  peserta kursus mendapatkan sertifikat yang di tandatangani oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang dan President University of Marine Technology, hal ini yang membuat Nilai lebih bagi peserta kursus.

Untuk diketahui diantara mereka ada yang berbercita cita membuat cafe atau toko kue di Indonesia dan sertifikat yang didapatkan bisa di pampang di dinding outlet mereka, sebagai kebanggaan mereka telah menyelesaikan kursus di Taiwan ang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Tangerang dan sebagian lagi diperuntukan sebagai portofolio mereka dalam terjun ke dunia kerj

Menu Berikutnya di Level 3 adalah BARISTA Kursus yang sangat dinanti oleh Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Kita Doakan COVID-19 Segera berlalu sehingga pada saat pembagian sertifikat Peserta Didik Kursus Tata Boga Angkatan 2 di Level 1 dan 2 serta Pembukaan Kursus di Level 3 pada Bulan Maret 2021 ada Perwakilan Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) yang akan hadir di Taiwan.

Salam Terus lebih baik dengan Pendidikan Vokasi

Tim Pelaksana Joint Course
UMT ; TUMT dan CLC BJI

Leave A Comment